MANAGEMEN RISIKO K3 DI SEKTOR KESEHATAN UNTUK MENGANTISIPASI POTENSI RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.

Jakarta, (14 /5) “Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) harus dapat melakukan pengendalian dan minimalisasi bahaya yang ada dengan melihat risiko yang di perkirakan akan terjadi” hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Sub Direktorat Lingkungan Kerja, Ibu Jelsi Natalia Marampa, SKM, MKK dalam sela sela pembukaan pertemuan pembahasan review Pedoman Kajian Risiko Kesehatan di Tempat Kerja (Health Risk Assessment- HRA) tahun 2008 yang diadakan di hotel Park Lane, Jakarta dan di hadiri oleh beberapa perwakilan, diantaranya Hukormas Sesditjenkesmas, Departemen K3 FKM UI, Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI), Perhimpunan Ahli Higiene Industri, Subdit PLR Direktorat Kesehatan Lingkungan dan Jajaran Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga.

 

Output dari pertemuan ini berupa pedoman yang disempurnakan guna memberikan perbaikan dan masukan terkini guna penyempurnaan pedoman yang ada sebelumnya yaitu Pedoman Kajian Risiko Kesehatan di tempat Kerja ( Health Risk Assessment – HRA) tahun 2008. Dalam pertemuan kali ini di bahas beberapa hal seperti judul pedoman, outline pedoman dan tools yang diperlukan dan menunjang kegiatan pengendalian risiko serta diberikan contoh – contoh pengelolaan resiko K3 di tempat kerja.

 

Hal ini merupakan salah satu upaya dari Kementerian Kesehatan, Khususnya Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Karena dengan adanya panduan managemen risiko K3, maka potensi risiko bahaya yang mengancam Keselamatan dan Kesehatan Kerja khususnya di sektor kesehatan bisa diminimalisasi sehingga juga bisa menurunkan angka kecelakaan serta penyakit akibat kerja. (Murtiah, Jabfung) dn



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.