PELATIHAN DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA

Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013, 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Tahun sebelumnya (2012) ILO mencatatat angka kematian dikarenakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) sebanyak 2 juta kasus setiap tahun.

Hasil laporan pelaksanaan kesehatan kerja di 26 Provinsi di Indonesia tahun 2013, jumlah kasus penyakit umum pada pekerja ada sekitar 2.998.766  kasus, dan jumlah kasus penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan berjumlah 428.844  kasus.  Rendahnya jumlah kasus terkait kerja yang relatif rendah tidak menggambarkan keadaan sesungguhnya, tetapi lebih pada tidak terdeteksi dan terdiagnosis.
Penentuan diagnosis penyakit akibat kerja oleh dokter belum dihubungkan dengan pekerjaan atau dengan lingkungan pekerjaan sehingga penegakkan diagnosis penyakit akibat kerja (PAK) dirasakan sangat minim. Jamsostek melaporkan tiap tahun terjadi 90 ribu sampai 130 ribu kecelakaan kerja, tetapi hampir tidak ada laporan mengenai penyakit akibat kerja, hal ini karena kurangnya pengetahuan dokter untuk menegakkan diagnosis PAK.

Melihat besarnya masalah kesehatan pada pekerja di atas Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga telah melaksanakan Peningkatan Kapasitas dokter Puskesmas untuk bisa melakukan diagnosa Penyakit Akibat Kerja. Bentuk peningkatan wawasan ini diberikan dalam bentuk pelatihan yang diberikan kepada para dokter puskesmas, dengan metode pembelajaran untuk masing masing angkatan selama 6 hari, dengan berbagai materi yang berhubungan dengan penyakit akibat kerja, berupa Penyakit Akibat Pajanan Ergonomi, Penyakit Akibat Pajanan Biologi, Penyakit Akibat Pajanan Kimia, Penyakit Akibat Pajanan Fisik, Penyakit Akibat Pajanan Psikososial, dsb.yang diberikan oleh para narasumber dari Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI).

Kegiatan pelatihan ini dilakukan sejak bulan Agustus sampai Oktober 2015 pada 8 provinsi di Indonesia, dengan jumlah ada 8 angkatan, dengan masing masing peserta 30 dokter puskesmas, yang sudah ditentukan dari tingkat provinsi berdasarkan jumlah industri yang ada pada provinsi tersebut dan jumlah penduduk yang berkerja di sektor industri, 8 provinsi tersebut adalah Banten, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatera utara, DIY, Jawa Barat, Jawa Timur. Upaya dan kegiatan tersebut membuahkan hasil dengan jumlah puskesmas yang telah melakukan pelatihan diagnosis Penyakit Akibat Kerja sebanyak 240 Puskesmas. Dengan telah dilatihnya para dokter puskesmas, diharapkan akan terdiagnosisnya penyakit akibat kerja sehingga claim untuk pekerja yang menderita penyakit akbat kerja bisa dibayarkan dengan baik dan tidak membebankan pada BPJS Kesehatan.



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.