Pelatihan Tenaga Pelatih Program Kesehatan (TPPK) Bidang Kesehatan Kerja Angkatan Pertama

Semakin banyak jumlah penduduk yang bekerja merupakan aset bangsa untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan negara. Pekerja rentan untuk terpajan hazard di tempat kerja dan berpotensi  mempengaruhi kesehatannya sehingga perlu dilindungi kesehatannya.

 

Menurut UU NO 36 tentang Kesehatan Kerja pasal 164-166 menyatakan secara tegas bahwa upaya kesehatan kerja merupakan tanggung jawab pemerintah, pengusaha dan pekerja itu sendiri. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat selain harus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat termasuk pekerja di wilayah kerjanya juga harus melindungi petugas kesehatan di tempat kerjanya dari paparan hazard di tempat kerja.

 

Kemampuan dokter di Puskesmas dalam mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan penyakit akibat kerja perlu ditingkatkan. Dalam rangka meningkatkan kapasitas dokter di puskesmas, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga setiap tahunnya menyelenggarakan pelatihan Diagnosis Penyakit Akibat Kerja bekerjasama dengan Organisasi Profesi (PERDOKI). Dokter Spesialis Okupasi sebagai pelatih telah menguasai substansi materi tetapi belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan benar.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan peningkatan keterampilan dalam teknik mengajar pada saat memberikan materi dalam pelatihan tersebut. Upaya yang  dilakukan diantaranya melalui Pelatihan Tenaga Pelatih Program Kesehatan (TPPK) khususnya di bidang Kesehatan Kerja, yang bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Jakarta. Pelatihan TPPK tahun 2017 dilaksanakan dalam 2 angkatan dan kali ini adalah angkatan yang ke-1 yang akan berlangsung selama 6 (enam) hari mulai tanggal 21– 25 Maret 2017.

 

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi :

1.    Kebijakan diklat SDM Kesehatan

2.    Manajemen diklat

3.    Pembelajaran orang dewasa

4.    Metode pembelajaran

5.    Media dan alat bantu pembelajaran

6.    Penciptaan iklim pembelajaran

7.    Teknik presentasi interaktif

8.    Satuan acara pembelajaran

9.    Evaluasi hasil pembelajaran

10.Anti korupsi

11.Teknik melatih (micro teaching)

12.RTL (Rencana Tindak Lanjut)

 

Seluruh Fasilitator berasal dalam pelatihan TPPK ini berasal dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta yang juga telah memenuhi kriteria sebagai tim pengajar pelatihan TPPK. Sedangkan untuk peserta sebanyak 30 Dokter Spesialis Okupasi.

 



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.