PEMBINAAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI PENGEMBANGAN KABUPATEN KOTA PERCONTOHAN DI BIDANG KESEHATAN KERJA

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan pelaksanaan upaya kesehatan kerja di Kabupaten/Kota di Indonesia, pada tanggal 21 – 23 September 2015 Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga melakukan kegiatan kunjungan dan pembinaan ke Kabupaten Semarang sebagai kabupaten percontohan pelaksanaan upaya kesehatan kerja di Indonesia.

Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang dalam pelaksanaan kesehatan kerja tidak diragukan lagi, pengembangan sebagai Kabupaten percontohan telah dilaksanakan baik pada tempat kerja formal maupun informal antara lain SKPD, RS, Perusahaan dan Puskesmas. Dalam implementasi program, Kabupaten Semarang dapat dikatakan layak menjadi percontohan di bidang kesehatan kerja. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah puskesmas yang melaksanakan upaya kesehatan kerja dari 5 Puskesmas menjadi 26 puskesmas (100%), jumlah Pos UKK yang telah terbentuk mencapai 70 Pos UKK, jumlah Perusahaan sebanyak 5 Perusahaan dan 2 Rumah Sakit yang telah melaksanakan upaya kesehatan kerja.

Dalam pembinaan tersebut Tim Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga didampingi oleh Asisten Daerah II Pembangunan dan Tim Forum Komunikasi Kesehatan Kerja mengunjungi Puskesmas Duren dan Puskesmas Bergas. Kegiatan kesehatan kerja yang dilakukan di dalam puskesmas yaitu penilaian risiko dan pencegahannya di setiap ruangan, pemilahan pasien pekerja, pemeriksaan kesehatan pegawai secara berkala, kegiatan olahraga rutin, pemasangan rambu-rambu kegawatdaruratan dan tersedianya ruang menyusui.

Kunjungan selanjutnya adalah ke Pos UKK, untuk melihat bagaimana pelaksanaan upaya kesehatan kerja di sektor informal serta kendala yang dialami oleh kader dalam menjalankan Pos UKK. Adapun Pos UKK yang dikunjungi yaitu Pos UKK pada kelompok tani bunga hias “ARISDA” dan kelompok usaha tahu “Damai”.

Pada kesempatan ini dilakukan curah pendapat bersama kader dan pekerja tentang manfaat adanya Pos UKK di kelompok pekerja tani bunga dan pekerja tahu. Mereka berpendapat bahwa dengan adanya Pos UKK pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan dalam bekerja meningkat, mengetahui cara bekerja yang benar dan mampu mengubah sikap dan perilaku dalam bekerja sehingga tidak mudah terkena penyakit dan bisa lebih semangat bekerja.  Adapun permasalahan yang dikemukan oleh anggota Pos UKK “ARISDA” adalah ketersediaan Alat Pelindung Diri yang pernah diberikan Dinas Kesehatan sudah rusak sehingga mereka sangat mengharapkan adanya bantuan dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.

Melihat keberhasilan Pemerintah Kabupaten Semarang dalam menjalankan upaya kesehatan kerja mulai dari tingkat atas hingga masyarakat bawah, keberlanjutan kegiatan pembinaan terhadap Kabupaten Semarang sebagai Kabupaten percontohan nasional sangat penting untuk menjamin keberhasilan dan keberlanjutan program upaya kesehatan kerja di Kabupaten Semarang, sehingga pada akhirnya dapat mandiri dan menjadi contoh bagi daerah lain yang akan melaksanakan upaya kesehatan kerja di daerahnya.



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.