Penerapan 5 Tepat untuk menjadi salah satu acuan pelaksanan kegiatan pada tahun 2017

KONSOLIDASI DITKESJAOR TAHUN 2017

Tanggal 6 Januari 2017 Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga melakukan pertemuan konsolidasi bersama Dirjen Kesmas. Kegiatan ini bertujuan untu menyamakan langkah dalam melaksanakan tugas di tahun 2017, mengingat adanya berbagai kebijakan dan peraturan yang baru bidang kesehatan maupun berbagai kebijakan sektor lain selain kebijakan makro yang akan berpengaruh pada pelaksanaan program bidang kesehatan.

 

Konsolidasi Ditkesjaor dilaksanakan setelah diadakan koordinasi tingkat Ditjen kesmas tanggal 3 Januari 2017. Beberapa hal yang menjadi penekanan pimpinan pada acara konsolidasi Ditkesjaor untuk menjadi acuan pelaksanan kegiatan pada tahun 2017 antara lain 1) kebijakan Germas dan pendekatan keluarga 2) penerapan 5 Tepat (tepat waktu, tepat pelaksanaan, tepat mutu, tepat manfaat dan tepat administrsi) 3) peran Kesjaor dalam pelaksanaan olahraga dan kesehatan kerja di lingkuhp Kemenkes 4) upaya mensosialisasikan program dan kegiatan kesjaor melalui website.

Pada rapat konsolidasi Direktur Kesehatan kerja dan olahraga menginstruksikan Ditkesjaor harus menjadi contoh pelaksanaan program kesehatan kerja maupun olehraga secara nyata antar lain program 5 R (Resik, Ringkas, Rapih, Rawat, Rajin), Pengukuran kebugaran dan olahraga, penerapan konsep- konsep K3 (kesehatan dan Keselamatan Kerja) perkantoran.

 

Pada rapat konsolidasi disampaikan pula rencana kerja Ditkesjaor pada pimpinan dimana alokasi dana program Ditkesjaor sudah diarahkan untuk :

58 % kegiatan langsung yang dapat dirasakan oleh masyaralat

33 % kegiatan yang diarahkan untuk penguatan provider

9 % kegiatan tupoksi

 

Kegiatan penguatan provider berupa pelatihan pelatih, pelatihan serta orientasi ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman staf provinsi dan kabupaten kota tentang program kesehatan kerja dan olahraga, mengingat

1. Program kesehatan kerja dan olahraga merupakan program implementasi program kesehatan (KIA, Gizi, PTM, PM, Kesling) pada sasaran tertentu

2. Jumlah pekerja yang menjadi sasaran baik formal maupun informal mencapai lebih dari 50 % pemduduk Indondsia

3. Struktur organisasi dinas kesehatan provinsi , kabupaten/kota yang baru terdapat Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olahraga.

 

Selain pelatihan, kegiatan sosialisasi menjadi salah satu kegiatan prioritas. Berbagai kebijakan program kesehatan kerja dan olahraga yang dikeluargan oleh berbagai kementerian/ lembaga perlu diinformasikan secara luas, agar dapat mendukung implementasi dilapangan.

 

Beberapa peraturan yang telah diterbitkan :

1. Permenkes No. 100 Tahun 2015 tentang Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi

2. Permenkes No. 46 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Perkantoran

3. Permenkes No.56 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan pelayanan Penyakit Akibat Kerja

4. Permenkes No. 57 tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional Merkury

5. Permenkes No 66 Tahun 2016 Tentang Standart K3 Rumah Sakit

6. Permenkes no 70 Tahun 2016 tentang Standart Kesehatan Lingkungan Kerja Industri

 

Semoga pertemuan konsolidasi ini menjadi langkah awal yang baik untuk menyukseskan program kesehatan kerja dan olahraga di Indonesia (KR)



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.