PENGUKURAN DATA KESEHATAN UNTUK MENGETAHUI STATUS GIZI DAN TINGKAT KEBUGARAN PNS DI DITJEN KESEHATAN MASYARAKAT

Jakarta 18/5. Banyak penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara terpenuhinya kebutuhan energi dengan produktivitas kerja. Keadaan status gizi dan kesehatan yang baik akan mempengaruhi kesegaran fisik dan daya pikir yang baik dalam melakukan pekerjaan. Kekurangan makanan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan terganggunya fungsi fisilogis tubuh, sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan secara optimal. Hal ini akan secara langsung membuat produktivitas menjadi rendah. Seperti halnya faktor dominan penyebab hipertensi di antaranya di pengaruhi oleh asupan makanan dan kurangnya latihan fisik.

 

“Prevalensi obesitas tahun 2015, hipertensi di atas batas ambang masalah kesehatan masyarakat sebesar 24,1 %, obesitas 54,1% dari 416 orang“ hal tersebut dikemukakan oleh Ivonne Kusumaningtias dalam sela acara pengambilan data sampling penelitian. “Untuk Direktorat kesehatan Kerja dan Olahraga didapatkan masih tingginya prevalensi hipertensi, obesitas dan status tidak bugar menurut data survey kebugaran tahun 2015, Itulah latar belakang kami melakukan penelitian lebih lanjut di lingkungan Direktorat Kesehatan Masyarakat” tambah Siti Masruroh dari Dit Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Keduanya adalah mahasiswa pasca sarjana Program Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia peminatan Gizi Kesehatan Masyarakatyang melakukan penelitian. Tujuannya untuk melihat perbedaan asupan gizi, konsumsi minuman manis, aktifitas fisik dengan adanya obesitas dan faktor dominan yang menyebabkan hipertensi pada PNS juga untuk mengetahui status gizi dan tingkat kebugaran PNS di Ditjen Kesehatan Masyarakat.

 

Sampel diambil dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat kecuali UPT daerah yang berkantor di Rasuna Said. Pemilihan sampel PNS di pilih secara sistematik random sampling dan total sampel sebanyak 121 orang dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat yaitu Setditjen 34 orang, Dit Gizi Masyarakat 20 orang, Dit Kesehatan keluarga 26 orang Dit Kesjaor 17 orang, Dit Promkes dan Pemberdayaan masyarakat 11 orang dan Dit Kesling 13 orang.

 

Antusiasme Direktorat Kesehatan kerja dan Olahraga mengikuti proses pengumpulan data merupakan sesuatu yang positif dan bisa di apresiasikan sebagai bentuk kepedulian akan kesehatan diri sendiri. Penelitian ini juga dapat memberikan masukan dan data untuk Direktorat Kesehatan Kerja dan olahraga khususnya pegawai yang terpilih dalam pengambilan data agar lebih memperhatikan asupan makanan yang bergizi dan latihan fisik

 

Dalam pengambilan data kali inidilakukan beberpa hal diantaranya berupa data antropmetri, food Recall dan test kebugaran. Untuk data antropometri berupa tinggi badan,Berat Badan, lingkar pinggang dan tekanan darah, untuk Food recall berupa wawancara dan mengisi kuesioner sedangkan test kebugaran berupa latihan fisik selama 3 menit dan metode YMCA (Young Men Christina Association).

 

Hasil untuk Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga dengan sampel 17 orang di dapati bahwa status gizi normal(35,3%), obesitas (64,7%) dengan melihat imt > 25 kg/m2. Berdasarkan lingkar pinggang, didapati status gizinya kegemukan (76,47 %) dan hasilnya baik/ normal (23,53%). Untuk data status hipertensi yang tidak normal (88,23%) dan normal (11,77 %). Kesimpulannya di dapati bahwa 84 % tidak bugar. Melihat hasil yang ada maka Direktorat Kesehatan kerja dan Olahraga di harapkan dapat memperhatikan asupan gizi dan lebih rajin melakukan latihan fisik sehingga dapat meminimalisasi risiko kesehatan di masa akan datang (Murtiah, Jabfung) DN



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.