THE 3RD MEETING ON ASEAN DIAGNOSTIC CRITERIA FOR OCCUPATIONAL DISEASE

Salah satu kegiatan ASEAN adalah harmonisasi dan penetapan standar di bidang kesehatan. Sejak tahun 2014 telah diadakan pertemuan pertama ASEAN Diagnostic Criteria for Occupational Diseaseyang diinisiasi oleh Thailand. Dalam rangka menetapkan standar diagnosis penyakit akibat kerja di Masyarakat Ekonomi ASEAN maka diadakan pertemuan tahunan yang dihadiri oleh para ahli kedokteran okupasinegara-negara anggota ASEAN.

Pada tanggal 28 – 30 Januari 2016 perwakilan dari Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI telah mengikuti pertemuan The 3rd Meeting on ASEAN Diagnostic Criteria for Occupational Diseaseyang diselenggarakan oleh Occupational and Environmental Institute of Nopparat Rajathanee Hospital, Department of Medical Services, Ministry of Public Health, Thailand. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan para ahli kedokteran okupasi dari 10 (sepuluh) negara angggota ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Philipina, Singapura, Brunai Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan konsultan Occupational Medicine Physician dari Jepang, Australia, dan Inggris.

Sampai pada pertemuan kedua telah disepakati standar diagnosis untuk 5 (lima) occupational diseases/penyakit akibat kerja, yaitu : occupational asthma, occupational contact dermatitis, heat stress, occupational noise induced hearing loss, and chronic silicosis.Pada pertemuan ketiga ini membahas standar diagnosis 14 penyakit akibat kerja yang telah diusulkan, pembahasan dalam bentuk diskusi kelompok yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu : heavy metal, pesticide,asbestosis and infection, dan musculosceletal disorders. Indonesia turut berperan aktif dalam pembahasan standar diagnosis penyakit akibat kerja pada kelompok heavy metal dan musculosceletal disorders.

Pada pertemuan ini juga dibahas tentang ASEAN Network for Occupational Diseases Reporting system – ANODRE. Setiap negara anggota diminta untuk menyampaikan laporan penyakit akibat kerja ke sekretariat ADCOD. Pertemuan selanjutnya direncanakan akan diselenggarakan di Malaysia. (Penulis : dr.Pramutia Harirama,MKK)



 

Unit Kerja

Social Media

Link Terkait

Jumlah Pengunjung

.