Workshop Pembinaan Kebugaran Mandiri

Workshop Pembinaan Kebugaran Mandiri

Sebuah Solusi Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Kesehatan Olahraga pada Masa Pandemi Covid-19

Jakarta – Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, drg. Kartini Rustandi, M.Kes menutup Workshop Pembinaan Kebugaran Jasmani Angkatan 5, di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2020. Angkatan ini, merupakan, angkatan terakhir, dari serial workshop yang telah dilaksanakan sejak 21 Juli 2020.

Pada penutupan workshop tersebut, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga menekankan pada peserta, agar dapat memanfaatkan kesempatan dan mengimplementasikan ilmu yang didapat, mendorong upaya kesehatan olahraga di masing-masing tempat seoptimal mungkin, walau di masa pandemi covid-19, sehingga masyarakat yang sehat, bugar, produktif dan aman dari Covid-19 dapat tercapai.

kompetensi yang sudah didapat, terus diasah, tidak berhenti karena sertifikat diterima, ini merupakan salah satu upaya kita, membangun manusia yang sehat, bugar dan produktif, teman-teman diharapkan terus menjadi agent of change masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan membudayakan olahraga, ayo bersama-sama menginformasikan kepada semua orang, selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan terus beraktifitas fisik untuk imunitas,” ujar beliau

“kompetensi yang sudah didapat, terus diasah, tidak berhenti karena sertifikat diterima, ini merupakan salah satu upaya kita, membangun manusia yang sehat, bugar dan produktif, teman-teman diharapkan terus menjadi agent of change masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan membudayakan olahraga, ayo bersama-sama menginformasikan kepada semua orang, selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan terus beraktifitas fisik untuk imunitas,” ujar beliau

Kegiatan workshop pembinaan kebugaran jasmani mandiri merupakan upaya alternatif, menyiasati pelatihan tatap muka langsung, yang tidak dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19. Workshop ini dilakukan dengan blend method secara online melalui aplikasi zoom meeting dan praktik mandiri dengan instruksi dan fasilitasi melalui WhatsApp group. Setiap angkatanya, workshop dilaksanakan selama 3 hari dengan rangkaian kegiatan :

  • Hari pertama peserta akan mendapatkan materi mengenai 1) Kebijakan Kesehatan Kerja dan olahraga, 2) Olahraga dengan penerapan protokol Kesehatan, 3) Latihan Fisik BBTT, dan 4) Penilaian Kebugaran Jasmani Mandiri,
  • Hari kedua peserta melakukan praktik melakukan pengukuran kebugaran mandiri menggunakan aplikasi SIPGAR dan menyusun Rencana Tindak Lanjut
  • Hari ketiga, peserta akan mendapatkan materi mengenai 1) pencegahan dan penenganan cedera olahraga, 2) pencatatan pelaporan dan 3) pembahasan hasil evaluasi pengukuran kebugaran mandiri dan RTL yang telah disusun.

Sebanyak 395 orang telah berhasil mengikuti seluruh rangkaian kegiatan workshop yang ber-SKP PPNI dan PAKKI ini, tersebar dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Selain peserta dari daerah, workshop ini juga diikuti oleh perwakilan dari BKOM Provinsi Kalimantan Selatan, BKOM Bandung, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga.
torat Kesehatan Kerja dan Olahraga.

Berdasarkan data dari aplikasi SIPGAR, yang dapat diakses dan diunduh melalui www.sipgar.id, dari 395 orang peserta workshop, sebanyak 15 orang tingkat kebugaran baik sekali, 114 orang baik, 187 cukup, 41 kurang, dan 1 kurang sekali serta 37 lainnya belum layak melakukan pengukuran kebugaran melalui metode Rockport.

Selain itu, diketahui juga sebaran indeks masa tubuh para peserta workshop dimana 40% diantaranya kelebihan berat badan, termasuk didalamnya sebanyak 19% peserta obesitas, tidak berbeda jauh dengan hasil RISKESDAS 2018, dimana 21,8% penduduk >15 tahun menderita obesitas.

Melalui workshop ini, selain kompetensi melakukan pengukuran kebugaran mandiri melalui aplikasi SIPGAR, harapan agar pemahaman materi terkait kesehatan olahraga dan protokol kesehatan pencegahan covid-19, juga dapat tercapai. Hal ini dapat terlihat dari, nilai rerata pretest peserta workshop dari 6 dapat meningkat menjadi 8,26 pada saat posttest, dimana 84 dari 395 orang diantaranya mendapat nilai sempurana (10 – red).

(Dhito Pemi Aprianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gedung dr. M. Adhyatma, MPH Lantai 7 No. 722.Jl. H.R Rasuna Said, Blok X-5 Kav 4-9, Jakarta Selatan, 12950

Telp: (021) 5201590 ext 7909
Fax: (021) 5201590 ext 7909

Flag Counter

Satuan Kerja Terkait: