INSPEKSI K3 DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI LINGKUNGAN DITJEN KESEHATAN MASYARAKAT

INSPEKSI K3 DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI LINGKUNGAN DITJEN KESEHATAN MASYARAKAT

Dalam rangka pencegahan Covid-19 situasi adaptasi kebiasaan baru, telah dilakukan kegiatan inspeksi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Inspeksi berbasis manajemen risiko ini dilakukan dengan metoda survey jalan selintas berdasarkan pada berbagai prinsip dasar dan aspek penilaian Standar K3 Perkantoran. Titik kritikalnya adalah implementasi protokol kesehatan guna memperkuat upaya pencegahan penularan Covid-19.

Inspeksi K3

Kegiatan meliputi penilaian kondisi umum, penerapan kebijakan protokol kesehatan, aspek keselamatan, kesehatan, lingkungan kerja dan ergonomi pada ruang kerja Satker di lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat dengan sasaran pada ruang kerja (workstation), peralatan kerja, jalur lalulintas orang serta fasilitas umum, seperti ruang tamu, ruang rapat, ruang makan, pantry, mushola. Secara teknis bertujuan mendapatkan gambaran umum area kerja di lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat dan membuat rumusan rekomendasi yang dapat dilakukan dalam rangka mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja.

 

Dengan pendekatan protokol kesehatan dan manajemen risiko K3, setidaknya ada empat prinsip dasar dalam memperkuat pencegahan COVID-19 di tempat kerja, yaitu 1) Promosi dan edukasi kesehatan, 2) Menghilangkan (eliminasi potensi bahaya/hazard), 3) Melakukan rekayasa teknik dan upaya administratif, 4) Penyediaan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar. Aspek K3 Perkantoran meliputi empat standar, yaitu keselamatan kerja, kesehatan kerja dan lingkungan kerja serta ergonomi. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Dit. Kesehatan Kerja dan Olahraga didampingi PIC Satker dan Setditjen Kesehatan Masyarakat pada tgl 16-17 Juni 2020. Sebelum pelaksanaan inspeksi, Tim diberikan pembekalan oleh Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga.

Pokok hasil kegiatan mencakup 3 (tiga) hal prinsip. Pertama, secara umum rasio volume ruangan dibandingkan dengan jumlah pegawai telah sesuai standar K3 Perkantoran (minimal 10 meter3), meskipun beberapa ruang kerja staf masih memerlukan penataan lebih lanjut. Kedua, upaya penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19 sudah dilakukan semua Satker di Ditjen Keseharan Masyarakat, antara lain pengaturan menjaga jarak, penyediaan handsanitizer dan media KIE di ruangan, namun masih perlu ditingkatkan. Ketiga, Ada potensi untuk terjadi jarak dekat antar pegawai atau tamu, seperti di ruang kerja, ruang rapat ataupun di jalur lalulintas, di antaranya akses pintu masuk dan kamar kecil, di tempat rekam kehadiran.

Rekomendasi strategis dalam hasil inspeksi, di antaranya bahwa untuk meningkatkan pencegahan penularan COVID-19 melalui promosi dan edukasi kesehatan serta penguatan intervensi pengendalian risiko berupa penyediaan handsanitizer di meja tamu dan di tempat yang mudah dijangkau pegawai, kegiatan disinfeksi pada peralatan dan permukaan tempat kerja, pengaturan ruang kerja, antara lain dengan penjarangan kubikal yang bisa dilepas, memberi tanda (x) untuk kubikal ruang kerja yang tidak digunakan, modifikasi tinggi partisi kubikal dengan bahan tembus pandang dan/atau partisi samping yang fleksibel sebagai pembatas kontak fisik, pembuatan SOP, media KIE, pengaturan tempat kerja pegawai, kegiatan morning briefing sebagai sarana edukasi direktorat (selamat).

Gedung dr. M. Adhyatma, MPH Lantai 7 No. 722.Jl. H.R Rasuna Said, Blok X-5 Kav 4-9, Jakarta Selatan, 12950

Telp: (021) 5201590 ext 7909
Fax: (021) 5201590 ext 7909

Flag Counter

Satuan Kerja Terkait: